Tanaman Sagu Di Lahan Gambut Potensi Dan Tantangan Pengembangan Bersama Prof. Dr. Ir. H.M.H. Bintoro

Tanaman Sagu Di Lahan Gambut Potensi Dan Tantangan Pengembangan Bersama Prof. Dr. Ir. H.M.H. Bintoro

Indonesia memiliki lahan gambut sebesar 14.9 juta hektar dengan peringkat keempat setelah Kanada, Rusia, dan Amerika. Gambut merupakan tanah organik yang dapat menyerap air hingga 10 kali lipat dari berat tanah tersebut. Apabila lahan gambut diperuntukkan untuk tanaman lain dengan kondisi tanah yang tidak lembab, maka air didalam gambut dikeluarkan dan mengakibatkan permukaan gambut turun. Kondisi tanah gambut yang kering memiliki resiko yang tinggi untuk terbakar. Dalam pemeliharaan lahan gambut perlu tanaman yang mampu hidup dilahan lembab. Tanaman sagu merupakan tanaman yang mayoritas tumbuh di lahan gambut. Sagu dapat tumbuh ditanah lembab, sehingga dengan penanaman tanaman sagu secara tidak langsung dapat memeilihara lahan gambut. Kriteria tanah gambut yang ideal untuk pertumbuhan sagu adalah tidak terendam dan permukaan air tanah < 30 cm. Produksi pati sagu bervariasi : 50 kg/pohon – 975 kg/pohon. Tanaman sagu memiliki banyak produk turunannya seperti beras analog, industri makanan, pakan ternak, dan bioenergi. Namun masalah yang saat ini dihadapi adalah produktivitas tanaman sagu yang masih sangat kurang yang disebabkan oleh beberapa kendala seperti sosial (sosialisasi kemasyarakat), infrastruktur (akses jalan dan transportasi), standar (kualitas), on/off farm (teknologi dan pasar), dan perizinan (lahan).

Sumber : Badan Restorasi Gambut – BRG

Tags

Leave a comment